Kisah yang ini baru saja terjadi akhir pekan kemaren
Lokasi : Stasiun Gambir Jakarta , di suatu pagi.
Saya dan 3 orang teman saya yang kebetulan semuanya laki-laki, datang ke Jakarta dalam sebuah perjalanan dinas. Turun dari kereta kami kebingungan mencari tempat untuk mandi. Kenapa harus mandi? karena pagi itu juga kami sudah harus segera menghadiri acara dinas tersebut. Toilet-toilet umum di dalam stasiun ternyata sudah tidak dapat digunakan untuk mandi. Akhirnya pergilah kami ke arah masjid yang ada di kawasan stasiun tersebut.
Berhubung saya satu-satunya makhluk berjenis kelamin perempuan dalam rombongan kami, saya jadi celingak-celinguk sendiri mencari dimanakah letak toilet wanita bersembunyi. Beruntung saya segera melihat sebuah papan nama bertulis toilet wanita diikuti gambar panah. Mantab saya berjalan ke arah yang ditunjukan tersebut. Sekonyong-konyong yang sangat begitu mendadaknya, tiba-tiba terdengar sebuah jeritan pilu teriakan
“woiii…woiii….itu toilet buat perempuan!!!!”
karena sayalah satu-satunya manusia yang sedang berjalan menuju toilet wanita, menengoklah saya ke arah sumber suara sember tersebut.
Dan terlihatlah seraut wajah bapak-bapak yang melotot beringas ke arah saya
“buat laki sebelah sini!!!!!”
: inilah saat yang tepat bagi saya untuk sejenak menundukkan kepala, melantunkan segala puja puji asma asma ilahi dalam kekhusyu’an yang begitu syahdu dan hikmat.
5 pengomen terakhir dpt payung